Prey...uuh...Playlist


MusicPlaylistRingtones
Create a playlist at MixPod.com

10 January 2011

Menghadapi Hari Kematian Internet

By: Christian Sugiono. (yes, that guy)

sumber:

http://id.omg.yahoo.com/blogs/menghadapi-hari-kematian-internet-christian_sugiono-1.html

i'm taking no credits

Sekarang ini, semua sudah terhubung dengan internet. Di banyak hal memang benar-benar membantu kita di kehidupan, terutama cara berkomunikasi dan berinteraksi. Tidak hanya berinteraksi dengan sesama manusia, tapi juga berinteraksi dengan non-human, mesin, atau sebuah sistem.

Hampir semua orang yang saya kenal sekarang mempunyai sebuah identity di dunia maya, entah web page, blog maupun social networking profile. Bahkan juga saya banyak kenal orang dari internet, tahu kegiatan orang-orang tersebut dari hasil sharingnya di dunia maya. Batas-batas privasi telah diperlebar dan definisinya diubah. Masing-masing mempunyai pemahamannya sendiri yang mungkin bagus ataupun malah merugikan.

Kita jadi berinteraksi dengan banyak orang dalam waktu yang lebih singkat dan paralel. Informasi masuk ke diri kita dengan sangat cepat dan dalam pecahan yang kecil-kecil. Otak kita jadi terlatih untuk menerima arus informasi dalam jumlah banyak secara bersamaan. Contoh nyatanya adalah Twitter.

Seperti inilah komunikasi jaman sekarang. Kita harus pintar-pintar memilih pecahan informasi kecil mana yang penting untuk disimpan dalam memori kita. Atau hal-hal apa yang sebenarnya tidak ada kepentingannya dengan kita tapi menguras energi dan waktu kita.

Kenyataan yang Maya
Apakah kamu familiar dengan skenario ini?

Bangun tidur ngecek timeline Twitter. Sambil nunggu sarapan beres, check email. Terus ngeliat foto-foto weekend unggahan temen kamu. Lalu twitteran lagi sambil sarapan.Lalu begitu sampai di kantor langsung check-in Foursquare supaya title mayor enggak keambil oleh orang lain. Dan begitu seterusnya, orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan menatap smartphone-nya dibanding dengan bertatap dengan orang lain secara langsung.

Ya memang dalam pekerjaan sehari-hari kita bertemu dengan real-people dan juga menghadapi real-problem. Tapi terkadang dunia maya di gadget kecil kita itu lebih menarik dari pada dunia nyata yang kita hadapi secara langsung. Alhasil orang lebih banyak lari ke dunia kecil yang indah untuk mengekspresikan atau bahkan menjadi seseorang yang tidak mungkin dia lakukan di dunia nyata.

Karena kesehariannya sudah berjalan rutin seperti itu lama-kelamaan orang menjadi terbiasa dan nyaman. Atau mungkin kata yang lebih tepatnya: ketergantungan.

Hari Kematian Internet Tiba
Apa yang harus kita persiapkan pada saat hari kematian Internet tiba? Setelah selama beberapa tahun belakangan ini kehidupan kita dimanjakan oleh kecanggihan dan kemudahan oleh teknologi, apa saja yang telah direnggut oleh internet dari kehidupan kita? Hal nyata apa yang telah hilang dan digantikan oleh kode-kode digital?

Secara tidak sadar dan pelan orang telah mengganti cara hidupnya selama 10 tahun belakangan ini. Contoh paling simplenya adalah menulis. Berapa banyak dari kita orang dewasa yang sudah merasa kaku untuk menulis tangan karena selama ini tidak pernah menulis di atas kertas lagi. Surat menyurat melalui email, berhitung menggunakan kalkulator, berbicara menggunakan instant messenger service, dsbnya. Peran mulut untuk berbicara telah tergantikan oleh 10 jari yang menari di atas keyboard, dan banyak hal lainnya.

Apa yang bisa dilakukan untuk kembali hidup seperti masa lalu lagi secara analog?

No Google!
Ini adalah sila pertama dalam peraturan dasar hidup analog. Tidak menggunakan layanan Google sama sekali, mulai dari search engine, email, map, earth, picture, dan semuanya yang Google sediakan.

Untuk mencari tau mengenai suatu hal kita gak bisa menggunakan search engine. Kamu harus mulai mencoba mencari suatu hal dengan usaha kamu sendiri, dan dengan bertanya ke manusia lain secara real. Yang ditantang disini adalah kemampuan kamu dalam bersosialisasi dengan orang baru secara nyata untuk mendapatkan informasi. Bisa juga dengan mendatangi perpustakaan dan mencari pecahan informasi dalam deretan buku-buku yang ada disana.

Kalau selama ini kita terbiasa tinggal memasukan nama tempat atau jalan untuk melihat peta, maka pada hari kematian internet kita harus kembali menggunakan peta biasa. Harus bisa mencari lokasi peta dan menelusuri jalan yang tersebar pada ratusan lembar halaman.

Langganan surat kabar.
Karena sudah tidak bisa browsing internet lagi maka kamu harus langganan surat kabar supaya enggak ketinggalan berita sehari-hari. Yang penting adalah langganan koran pagi dan sore, karena untuk koran pagi kamu bisa baca apa yang terjadi kemarin sore hingga malem, dan koran sore untuk yang terjadi dari pagi hingga siang. Yah semua beritanya sih telat 1 hari, setidaknya kamu sudah bisa ikut dalam pembicaraan sehari-hari. Efeknya adalah waktu akan terasa lebih lambat dan lebih panjang karena informasi yang kita dapat tidak terlalu deras.

Keluar dari semua social networking platform.
Hapus semua account Twitter, Facebook, MySpace, FourSquare, Koprol, dan lainnya. Mulai coba hidup dengan tenang tanpa tahu teman kamu hari ini ngeluh apa dalam perjalanan pulang kantor yang macet. Kamu juga enggak perlu tahu teman kamu sarapan apa pada pagi harinya, dan informasi-informasi lain yang sebenarnya tidak kamu butuhkan. Kamu pasti akan lebih fokus dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari yang utama tanpa distraction tersebut.

Untuk menghubungi seseorang akan butuh usaha lebih dari sekedar PING!! dan mention. Manusia akan kembali berbicara menggunakan mulut dan suaranya, tidak lagi dengan text dan jarinya.

Kalau udah berpergian rasanya seperti lepas dari manapun. Perjalanan dari rumah menuju tempat nongkrong rasanya kaya jalan sendirian di terowongan sunyi yang dindingnya rapat semua. Baru bisa dihubungi apabila sudah stay di sebuah tempat. Mau kabur sejenak untuk mewujudkan me time rasanya gampang banget.

Sign out dari e-mail.
Bikin PO Box atau alamat rumah saja untuk urusan surat menyurat. Dan supaya gak numpuk sampah, bikin satu lagi PO Box khusus brosur-brosur iklan atau promosi yang gak penting untuk supaya langsung dibuang ke sampah. Prinsipnya semacam bikin account/folder khusus spam di email kamu supaya langsung di trash. Siapkan folder untuk menyimpan kertas-kertas dan dokumen yang dikirim ke rumah kamu.

Album foto.
Buat kita yang hobi foto mungkin upload ke Facebook adalah hal yang paling mudah dan nyaman. Semua foto bisa kita upload sebanyak apapun tanpa mengeluarkan biaya lagi. Apabila internet sudah mati, maka untuk masalah foto ini akan kembali menjadi hal yang mahal dan butuh banyak biaya, untuk cetak dan untuk menyimpannya dengan baik di dalam album foto. Foto akan menjadi barang yang value-nya lebih spesial dan pribadi karena tidak akan mudah lagi untuk diperbanyak seperti halnya foto digital.

No copy-paste ucapan.
Persetan dengan sms-sms copy paste yang membuat handphone kamu lemot pada hari raya. Kartu-kartu ucapan yang sifatnya pribadi dan intim dengan tulisan tangan yang sangat personal. Membuat kamu merasa lebih dihargai dan hari raya menjadi lebih berarti.

Well, kalau dilihat-lihat, sebenarnya hari kematian internet bukan berarti kiamat. Kita mungkin akan merasa kesusahan karena internet sudah membuat kita mudah dalam banyak hal, tapi di lain sisi juga, nilai-nilai kehidupan akan menjadi lebih nyata dan lebih mendalam bagi banyak orang.

Semoga kita semua sudah siap apabila hari itu datang...

25 June 2010

Genealogi musik dan perkembangannya Part 1

yuk bicara ttg musik secara universal.....baik di Indonesia maupun dimancanegara...

Musik

Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:

* Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya
* Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik

Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.

Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

Aspek - aspek Musik

Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang.

Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam: - Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya - Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik.

Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.

Beberapa contoh Alat Musik

* Alat musik tradisional

1. Alat musik petik: gitar, kecapi, sasando, banjo, ukulele, mandolin, harpa, gambus
2. Alat musik gesek: biola, rebab, cello
3. Alat musik ketuk: organ, piano, harpsichord,
4. Alat musik tiup: seruling, terompet, trombone, harmonika, pianika, recorder sopran,
5. Alat musik pukul: tamborin, jidor, rebana, gamelan,

* Alat musik modern: gitar listrik, organ, akordeon, drum, bass listrik

Aliran Musik (genre)

Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun terkadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.

Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.

* Musik klasik
* Musik rakyat/tradisional
* Musik keagamaan
* Gambus
* Kasidah
* Blues
* Jazz
* Country
* Rock
* Musik populer
* Musik dunia

06 April 2010

Chapter 404 : Dream Not Found

I walked to some sort of park, where many people gathered around. But every time i walked, one by one people started to look at me. Huh? Am I wearing some weird cloths? All I hear only everyone whispering some gibberish language.

No, this is too real to be a dream. or imagination. or illusion. or whatever this unreal things

Then I heard somebody calling me. I turned around. no one. Just the seconds i walked again, a man. No... I don't know who is he. or... what is that... appeared suddenly in front of me.

He wear some what I called 'wanderer' style. He used long robes, a belt with some pouch in it. I can't see his face. He wears a brownish-black long coat and a cape connected to his long cloak with cloths covering his face. I don't know, but i guess he's around 40 or something. His eyes are sharp and strong, yet gloomy and feels like he could beat a whole pack of lion with his glare.

While I still amazed by his looks, he search something inside his long coat. Then without any sound, he gives me a small parcel. It has box shaped, with red wrapping and a seal made of wax.

'What is this?' I asked. He just glare at me and replied, 'your "HAPPINESS". His voice is deep, calm but sound emotionless.

'Huh??' I give a short reply, with confused look.

Then, he turn around and walks away. 'Wait!!' I asked with rather big voice. 'What's the mean-'
Before I finished my question, A strong wind blows, carrying thick dust. I can't see anything, but dust. I closed my eyes. Then I opened my eyes. He's gone. Strange, it's only a few seconds, but he just disappeared, vanished like a thin air. And so the peoples at the park. everybody's gone. even the insects.

'What the...' I asked myself. Feeling a bit insecure, I ran. This creeps me out. Then something strange happen. The parks shatter like a glass. Even the ground and the sky. It looks like a background wallpaper on a glass. I saw the pieces falling and in the small pieces, I saw some reflection, not mine though. It reflects the people I rather know,.my childhood friends, my junior high events, my first crush, my activities, my precious events, and people I know until know.

Then a rather big piece hovered in front of reflects something. It's a woman. She smile, beautifully. I smiled back and felt like I know her. Yea, I knew her. 'You are...' I muttered. But then, the big piece of glass fallen to a pitch black. Pitch Black? I didn't realize everything becomes a darkness. I have to get out of this situation. This dream is not funny anymore. I try to run but I feel that I'm hovering. No ground below me. Suddenly, I feel afraid. my heart beats. Fast. My sweat drops. I never felt this fear or afraid.

'Stay calm, Keoz' I whispered to myself. I think of something. Then search something inside my jacket. Heh. Right. I brought my cigarette in my dream. I look at the parcel that the wanderer gave me before. I still hold it in my left hand. Good. This crappy parcel. I put in my left pocket. I'll deal with this later.

I took one of my cigarette, put inside my mouth and lights it. Inhale, exhale. Inhale, exhale. Phew. cigarette calm me a bit. Then I realized. The smoke. It didn't vanished. Looks like it was a vacuum space. Great. Physics law doesn't works here. I don't die of suffocation.

I throw my cigarette. Strangely, it doesn't dim and die. It hovered in front of me. The remaining fire glow strong. strong enough to light around me. Oh great. This is what I need. I caught the cigarette I threw before. This will be my guide in darkness, but it rather useless. the darkness seems too wide.

'Think, Keoz. It's a vacuum space. maybe swimming helps me moving'. I muttered to myself. I swim. Hey it works. I feel my body moving. Guided with my cigarette, I swam. To where? anywhere that could get me out of here.

I swam for... How long I've been swimming??? Maybe hours, I don't know. My hands and legs tired. Very tired. I wanna sleep for a while. I close my eyes. I don't care. if I have to die here, then die. Then I feel i lost my consciousness. 'Very funny, I dream in my sleep...' That's my last thought before I really lost my consciousness.

.....
....
...
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. .
. . .
. . . .
. . . . .

'...When you lose something you can't replace... ....tears stream, down your... ...lights will guide you home, and ignite your bones, and I will try to fix you'. Funny, I heard coldplay in my dream.

'...Cold and frosty morning there's... ....I don't wanna be there when you... ...Don't go away. Say what you say, say that you'd stay...' Now I heard Oasis song. What the hell??? The world of dream and reality all messed up??

I slowly open my eyes, but... I feel light shined. I open my eyes. Wider. And I don't believe my sight.

I'm in a plain. with grass everywhere and mountains on the horizon. Suddenly I heard somebody whispered, "Rise and shine... Mr Freeman, rise and smell the ground...". Hey I've heard this phrase before. "Who are YOU!!" I yelled. "SHOW YOURSELF!!" I yelled again. I walked backwards, trying to tracked if something showed up. Then I hit something behind me.

I turned back and saw the wanderer who gave me the parcel. Shocked, I fall down and crawling. Then my hand touched something. A sword. A sword? why this thing laid down here? Ah who cares? I grabbed the sword and stand up. Point it to the wanderer. "WHO ARE YOU??" I yelled again. "ANSWER!!" I yelled again. Weird, I never yelled to a stranger before. Never had the courage. But this situation makes me creepy and yelled to cover my fear.

"Relax..." He replied. He came towards me. Slowly but with a deep step. He touched the tip of the sword and the sword melted. I felt like I was petrified. With extreme fear. He took something inside his robe again. But now he took out two pills. Blue and red, then he said "You take the blue pill - the story ends, you wake up in your bed and believe whatever you want to believe. You take the red pill - you stay in Wonderland and I show you how deep the rabbit-hole goes." Fuck. I know this phrase VERY well. I took the blue pills. I want this nightmare ended, SOON. Then he said "Good choice. I know from the very beginning you will took that pill". I ate that pill. I swallowed, hoped this will ended soon, very soon.

After I swallowed, a black hole appeared below me, and I sucked down. I shocked and try to grab something. But everything was also sucked, except the man. I heard he spoke "Goodbye, your time is not now. We'll meet again, MY CHILD". I sucked down, deeper, deeper, deeper. Then my body changed position, from standing to sleeping position, but it still a darkness. Then I stopped falling. I almost cried when I fall to the darkness again.

"AAAAAAAAAAAAAAARRRRRRGGGGGHHHHHHH!!!!!!" I scream loudly. Then something happened. AGAIN.

The darkness gone. It vanished and the image next thing I know is a room. I know who's room is this. MY ROOM. I wake up. HEY. I WAKE UP! THANKS GOD! I thought I'll be trapped forever. I called my brother. No answer. Heh, he's already gone to work, I think. Or gone to his girlfriend's house. Nah, don't care. My parents also gone to work.

Then I checked my phone. 12.30. JEZUZ CHRIST!! I overslept! I skipped my class... Oh well...
...
...
...
...
...
...
...

I stunned for couples of second, thinking the dream i had. Then I came out of my room, took a bottle of water. I'm sweaty and I think I scream when I slept. My throat felt... dried...

Since I skipped my class, and it's no use to came to campus. So, I turned my computer on and open my blog, to wrote down all my dream, but...

I forgot most of them... I only remember a parcel, glasses and the plain of grass. What the hell?
I tried to remember hard. But I can't make a connection these things.

Then I remembered something. It's an article about dreams. It said, "Dreams get blurred and more blurred overtime after a person wakes up and eventually they only remembered 10% of their dreams after 15 minutes."

"Ah, fuck. I swear that was a very EPIC dream..." I cursed. "Ok, forget those dream" I said and then I check my facebook.

Dreams are dream...

18 January 2010

Cara menjadi kaya di RoM... (sigh, this is the funniest thing to be asked in RoM)




Jadi begini...

gw barusan maen RoM terus temen gw WM:

temen: beli kuda dimana?
gw: di varanas, kalo di map namanya stable master
temen: mahal ga?
gw: 300 G /15 menit
temen: beh... mahal
gw: murah kali
temen: belum tentu 15 menit bisa dapet 300 G
gw: bisa kali...
....... terputus sampai sini.....

jadi, inti kasusnya adalah, dia bilang mount 300 G / 15 menit itu mahal. dan belom tentu bisa dapet 300 G dalam 15 menit

asumsi gw dianggap mahal karena:

1. ga ada drop monster berupa gold.
2. jarang ada equipment yg drop bisa dijual sekitar 300-500 G di NPC
3. itu masih di sekitar silverspring
4. kebiasaan jarang ngeloot barang2 'sampah'.

tapi... teori ini terpecahkan oleh:

1. monster drop barang daily Q.
2. Q bertebaran di dunia RoM.
3. equipment warna putih berstat culun bisa dijual ke NPC dengan harga lumayan
4. ada fitur auction house. dimana player bisa nitip barang2nya buat dibeli player lain.

ga percaya?

anggap gw pake job rogue level 17

Gw rental mount dalam 15 menit. artinya -300.

gw jalan ke forsaken abbey. bunuh2in leech bat yg bisa drop bat saliva buat daily Q.

dalam 15 menit. rogue bisa bunuh 15-20 leech bat. itu kalo di sana cuma sendirian. ga ada player yg juga lagi farming.

balik ke varanas (jalan kaki op kors. kudanya uda balik lagi ke stable).

ke gerbang varanas, ambil daily Q 'bat saliva'. tele ke east gate, kasih barangnya ke NPC siapa gitu gw lupa, voila! 600 G. lalu tele ke west gate, ambil lagi daily Q, ke east gate lagi, kasih ke NPC itu lagi. Tadaah!! 600 G lagi.

total, 1200 G. kurangin dengan biaya kuda, 300 G = 900 G

plus 20 token

plus 1600 exp.

terus ke house maid, jual barang2 equip putih status culun. kalo ada yg ijo, bisa ke AH, taro harga disana.

see... that was not hard to get 300 gold in 15 minutes.

14 January 2010

revived from the dead, eh?

oh...hai. i'm back.
lama banget sejak gw menulis di blog. heh. ya i know. setaon penuh. ga ada tulisan apa-apa. blame my whole bloodline. yes. thank you.

jadi sebagai pembuka di awal tahun (WTF?) gw akan bercerita tentang hobi baru gw. WoW.
World of Warcraft. ya i know this game makes u retaredly playing in front of your PC for straight 6 hours. lalu kaget dan bilang '6 jam??'. lalu menyesali 6 jam yg terbuang percuma. lalu melanjutkan maen lagi 6 jam. '6 more hours won't hurt ya' LOL LOL LOL

World of Warcraft.
Because playing for straight 6 hours won't hurt.

Yes. I know this makes me a sucker.

What the hell I've done for this whole 2 weeks? NOTHING. BIG NOTHING.

damn blizzard. they cut me from real life.


oh iya. perkenalkan. karakter gw di WoW.

'from the blue corner. 2 meters high. long blue hair, a night elf, hunter with his epic raid armor.
Proud of Alliance and the supreme commander of 13th Brigade of Argent Crusader...

ELENGAD! *sorakan dan tepuk tangan bersahut-sahutan*


'YOU ARE NOT PREPARED!!!'
Duh! not you... nOOb!
I said "ELENGAD". Not "Illidan"!

Here he comes... ELENGAD!!



"OHH! IT'S HIM. IT'S ELENGAD!!"

"Wait! someone is companion him. what is that? OH MY GOD!
It's his pet! the ferocious, brutal and bloodlust lion! the black lion. the last breed of his kind. the king of lion. It's Kuro!"



OH MY GOD! Horde will be history! oh no! hope Elengad give them mercy.

From his record, he already killed 1337 horde. Plus 3 Horde leader.

Dark lady Sylvanas, Lord Lor'themar Theron, and Chieftain Cairne Bloodhoof.

Thrall, you're next...